BYMB: Ch. 01 – because of you i’m not wavering right now

Carmen merasa seperti terbakar. Kemarahan dan kegugupan–kekhawatiran–mengisi tubuhnya seperti minyak yang diumpankan pada kobaran api. Dalam hitungan jam, mungkin bahkan menit, ia akan terpaksa melepaskan kendali akan shirnya dan membakar sesuatu. Menghancurkan sesuatu.

Photo by Inga Seliverstova on Pexels.com

Seseorang pernah mengatakan padanya, vampir yang tidak memiliki hati tidak memiliki sihir.

Mungkin perkataan itu ada benarnya.

Continue reading “BYMB: Ch. 01 – because of you i’m not wavering right now”

Kelopak yang Meniupkan Angin #9

Darah mengalir ke dagunya—sisa dari yang tak bisa tertelan oleh mulut. Rasanya pahit, mencekik. Victor meludahkan apa yang masih tertinggal di lidahnya—kulit yang terkoyak oleh kedua taringnya—dan melangkah mundur. Dia bisa mendengar teriakan Luna bergema di dalam benaknya, tapi terlalu banyak rangsangan daripada yang mampu Victor terima saat ini, jadi ia membangun dinding dan membuat semua suara—dari luar dan dalam kepalanya—membisu.

Darah mengalir ke dagunya—sisa dari yang tak bisa tertelan oleh mulut. Rasanya pahit, mencekik. Victor meludahkan apa yang masih tertinggal di lidahnya—kulit yang terkoyak oleh kedua taringnya—dan melangkah mundur. Dia bisa mendengar teriakan Luna bergema di dalam benaknya, tapi terlalu banyak rangsangan daripada yang mampu Victor terima saat ini, jadi ia membangun dinding dan membuat semua suara—dari luar dan dalam kepalanya—membisu.

Atau paling tidak ia mencoba.

Continue reading “Kelopak yang Meniupkan Angin #9”

Kelopak Yang Meniupkan Angin #3

Dia adalah hutan. Namun separuh darinya masih milik rembulan. Ujung jarinya menumpahkan darah pada bibir pucat bayi yang berbagi ayah dan berbagi kehilangan.

Dia adalah hutan,
Namun separuh darinya masih milik rembulan.
Di bawah tapak kakinya ada salju yang tak lagi padat
Dan dalam dekap tangannya bergetar jantung yang kembali berdetak.
Ujung jarinya menumpahkan darah
Pada bibir pucat bayi yang berbagi ayah
Dan berbagi kehilangan.

Continue reading “Kelopak Yang Meniupkan Angin #3”