us, in impermanence

Kita bisa mengulang, tapi aku menolak lupa. Maka alih-alih berada di garis awal, akan kulanjutkan menjalin benang yang sempat bercabang dan berpisah. Kita bisa mengulang, tapi garis matamu adalah satu yang tak bisa dilupa.

Kita bisa mengulang, tapi aku menolak lupa. Maka alih-alih berada di garis awal, akan kulanjutkan menjalin benang yang sempat bercabang dan berpisah. Kita bisa mengulang, tapi garis matamu adalah satu yang tak bisa dilupa. Maka alih-alih jatuh cinta, yang ada hanya kerinduan akan sesuatu yang pernah kita miliki di suatu masa. Kita bisa mengulang, tapi satu pertanyaan masih tersisa; di antara aku dan dunia, engkau dan mimpi terpendam–mana yang layak untuk dikorbankan?

Satu hal jelas: kita tidak akan memilih satu sama lain. Maka biarlah apa yang terjadi, terjadi. Mari melangkah dari titik di mana kita sempat berakhir.

Satu hal belum jelas: kemana kita akan melangkah dari titik yang sempat mengakhiri?

Depok, 24 Maret 2018

Author: Eta Wardana

I love a world made of stories, music, beautiful illustrations, warm drink, fresh fruits, and an ocean of knowledge.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: